Imajinasi Penting dalam Pengembangan Budaya


suara merdeka :09 Juli 2010

Imajinasi Penting dalam Pengembangan Budaya

SOLO – Cara pembelajaran masa kini harus memberikan ruang seluas-luasnya untuk pengembangan imajinasi siswa. Jika tidak, kreativitas generasi mendatang tidak akan tumbuh dengan sempurna. Akibatnya, hal itu akan berdampak buruk pada pelestarian budaya dan kesenian, karena keduanya saling berhubungan.
Hal itu disampaikan budayawan Prie GS di kompleks Taman Balekambang seusai menjadi pembicara dalam seminar dan workshop dalam rangkaian kegiatan Duta Seni Pelajar 2010, Kamis (8/7).

“Imajinasi adalah awal dari semuanya. Jauh sebelum sains ada, ia telah mengawali semuanya. Keberadaan tata surya, misalnya, merupakan buah dari imajinasi manusia. Nah, kalau dulu belum disebut sains tapi masih bernama klenik, itu tetap tidak membatalkan peran penting dari bayangan kreatif tersebut,” paparnya.
Pun halnya dalam bidang budaya dan kesenian. Menurutnya, imajinasi bakal membantu pengembangan nilai-nilai seni budaya.

Dunia pendidikan pun, dalam penilaiannya, berhubungan dengan pengembangan hal tersebut, khususnya bagi generasi muda. Cara belajar yang digunakan institusi sekolah hendaknya memberikan kesempatan para siswanya untuk berkembang.

“Sekolah alam atau juga outbound merupakan contoh model pembelajaran yang membebaskan peserta didik. Kemampuan imajiner siswa akan jauh lebih berkembang jika dibanding mengurung mereka terus-menerus di dalam ruang kelas.”

Evaluasi

Model semacam itu, diyakini bakal menghasilkan generasi penerus yang terbiasa berpikir merdeka dan kreatif. “Hal ini bakal menunjang perkembangan kesenian dan budaya di masa mendatang. Semuanya ditopang dengan kreativitas dan imajinasi mereka,” tuturnya.

Sementara itu, kegiatan Duta Seni Pelajar 2010 pada hari terakhir kemarin juga diisi dengan wisata budaya ke Museum Purbakala Sangiran dan Keraton Kasunanan Surakarta. Menurut sekretaris panitia pelaksana, Sugiri, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan salah satu kebudayaan daerah, dalam hal ini budaya Jawa dan peninggalan bersejarah. “Semoga dengan rangkaian kegiatan ini peserta tidak melupakan sejarah dan tradisi masa lalu dalam era modern ini,” ungkapnya.

Event tahunan ini juga bakal mendapat evaluasi dari kalangan seniman dan akademisi. “Nanti (semalam-Red) evaluasi akan disampaikan saat penutupan seluruh rangkaian kegiatan.” (arw-37)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: