Sekolah Alam Indonesia


Sekolah Alam Indonesia

Sekolah Alam Indonesia adalah sebuah impian yang
jadi kenyataan bagi mereka yang mengangankan dan menginginkan
perubahan dalam dunia pendidikan. Bukan sekedar perubahan sistem,
metoda, dan target pembelajaran, melainkan perubahan paradigma

pendidikan secara menyeluruh yang pada akhirnya mengarah pada perbaikan mutu dan hasil akhir dari proses pendidikan itu sendiri. Insya Allah.

Di Sekolah Alam Indonesia, anak-anak dibebaskan bereksplorasi,
bereksperimen, berekspresi tanpa dibatasi sekat-sekat dinding dan berbagai
aturan. Yang mengekang rasa ingin tahu mereka. Yang membatasi interaksi mereka dengan kehidupan yang sebenarnya. Yang membuat mereka berjarak dan tak akrab dengan alam lingkungan mereka.

Anak dibebaskan menjadi diri mereka, dan mengembangkan potensi dirinya untuk tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan, dan siap menjadi pemimpin, sesuai hakikat penciptaan manusia untuk menjadi pemimpin di muka bumi (khalifatu fil ardh).

Anak dibebaskan dari tekanan ‘mengejar’ nilai dan ranking, tapi didorong untuk menumbuhkan tradisi ilmiah. Prestasi tidak dilihat dalam perbandingan dengan anak lain, tapi dari upaya mereka memaksimalkan potensi diri dan menjadi lebih baik. Belajar jadi sesuatu yang menyenangkan, tidak membebani.

Di Sekolah Alam Indonesia, guru dibebaskan berkreasi dalam mengajar. Kreativitas guru tidak dibatasi oleh buku paket dan target nilai. Guru tak sekedar mengajar, tapi mendidik. Guru tak hanya jadi panutan,
tapi juga jadi teman.

Guru adalah fasilitator. Guru-guru yang beridealisme tinggi dan penuh dedikasi di sekolah ini membantu anak didik mengenali kelebihan dan kekurangannya, dan menjadikan mereka tidak sekedar tahu, tapi bisa melakukan. Tidak sekedar kenal, tapi paham. Tidak sekedar berilmu, tapi
berkarakter dan berakhlak mulia. Tidak sekedar mandiri, tapi bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dikerjakan.

Sebagai sekolah berbasis komunitas, penyelenggaraan kegiatan pendidikan tidak semata-mata jadi tanggung jawab Guru dan Yayasan, tapi juga orang tua murid. Semua terlibat, semua turun tangan mengatasi berbagai kendala dan persoalan yang timbul. Semua peduli dengan pengembangan sekolah, karena sekolah bukan ‘milik’ Yayasan atau pribadi-pribadi tertentu, tapi milik komunitas.

Semangat kebersamaan komunitas dibangun dengan prinsip anakmu adalah anakku, yang diterjemahkan dalam sistem subsidi silang, dimana
yang lebih mampu membantu yang kurang mampu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: